| |
Rigiscan
Rigiscan, alat pendeteksi kemampuan ereksi. Alat buatan Amerika ini pada suatu saat merupakan peralatan baku yang harus dipunyai oleh semua Klinik Impotensi di AS. Kegunaan alat ini adalah untuk membedakan antara disfungsi ereksi yang organik (gangguan ereksi karena adanya kerusakan organ) dengan yang psikogenik (karena faktor kejiwaan). Cara yang digunakan di Klinik Impotensi RSCM adalah melalui Visual Sexual Stimulation (VSS), Perangsangan Seksual secara Visual, di mana perangsangan seksual untuk membangkikan ereksi diberikan secara visual. VSS menggunakan alat bantu video untuk mencapai tujuannya. Penderita disfungsi ereksi (DE) organik tidak akan berespon terhadap perangsangan seksual secara visual. Walaupun sudah tidak terlalu banyak dipakai alat ini tetap banyak kegunaannya dalam penelitian metode terapi baru untuk pengobatan disfungsi ereksi. |
| |
|
 |
Doppler Scan
Alat pengukur aliran darah pada 2 arteri kavernosa yang berada di dalam penis. Alat ini digunakan spesifik pada arteri kavernosa dengan tujuan untuk mengetahui adekuasi (kecukupan) aliran darah dalam ke 2 arteri tersebut pada saat proses ereksi |
| berlangsung. Sebagai petunjuk, alat ini digunakan bila dari pemeriksaan sebelumnya seorang penderita diklasifikasi sebagai disfungsi ereksi yang organik. Alat ini akan membantu apakah pasien tersebut kelainannya vaskulogenik (karena gangguan pembuluh darah) ataupun neurogenik (karena gangguan persarafan). Alat inipun dikendalikan oleh komputer dan hasil scanning akan keluar real time dalam bentuk grafik dinamis ditambah suara aliran darahnya. Doppler scan masih banyak dipakai untuk diagnosis juga untuk menentukan prognosis pengobatan (penilaian hasil pengobatan) pada pasien. Secara kasar alat ini juga dapat memperkirakan mana penderita yang arteriogenik (kelainan pembuluh darah arteri) dan mana yang venogenik (kelainan pembuluh darah vena). |
| |
|
|
Urodinamik
Alat yang dibuat oleh Andromeda ini digunakan untuk melakukan reproduksi atas keluhan buang air kecil pada seorang penderita. Alat yang juga dikendalikan komputer ini mampu mengidentifikasi kelainan-kelainan buang air kecil pada seorang penderita.
Cara kerja alat: dengan memasukkan kateter (selang) kecil ke dalam saluran kencing. |
| |
|
| |
|
| |
|
|
TRUS (Transrectal Ultrasonography).
Alat ini merupakan USG (Ultrasonography, pencitraan dengan gelombang suara) yang dilengkapi dengan rectal probe. Rectal Probe berguna untuk melakukan pencitraan prostat yang lebih akurat melalui lubang pelepasan (rektum). Melalui alat ini juga dapat dilakukan |
| tindakan biopsi prostat dengan jarum untuk menentukan adanya keganasan prostat atau tidak. |