Sabtu, 6 September 2008  

  Nama Login :
 
  Password :
 
 
 

Login registrasi
Lupa Password


 


Berita Kesehatan

Tanya Jawab

Tips Kesehatan

Artikel Kesehatan

Klinik Pasutri

Boyke Management

Wish Product

Self Diagnosis


 
 


Rumah Sakit

Klinik

Laboratorium

Dokter

Apotik

 








 
About Us

Visi SolusiSehat.net

Solusisehat.net difokuskan ditengah kebutuhan masyarakat akan informasi seputar problema seks, kehamilan dan organ-organ reproduksi yang dapat dijadikan sebagai wawasan dalam meraih kerharmonisan kehidupan bersama pasangan, serta menambah pengetahuan masnyarakat secara umum.

Misi SolusiSehat.net


Memberikan solusi bagi masyarakat yang tengah menghadapi atau memerlukan informasi seputar problema seks, kehamilan dan organ-organ reproduksi dengan melalui portal solusisehat.net dimaksudkan untuk lebih mudah, cepat, nyaman, akurat dan murah untuk mendapatkan pelayanan dalam bentuk informasi, konsultasi dan penyediaan produk kesehatan yang berkualitas tinggi.Pencapaian tujuan tersebut dilakukan dengan menyediakan dan mengembangkan portal solusisehat.net yang akan membentuk komunitas masyarakat antara dokter, pasien dan pihak-pihak lainnya yang memiliki perhatian dan kepentingan terhadap permasalahan tersebut.

Profil Dr. H.Boyke Dian Nugraha SpOG,MARS

Saya dilahirkan di kota Kembang Bandung,  14 Desember 1956 dari ayah seorang tentara dan  ibu seorang guru. Sebagai  “anak kolong”  saya sangat menikmati  masa kecil saya  bersama adik-adik saya  dua laki-laki dan dua perempuan. Sebagai anak sulung  tentunya memiliki tanggung jawab  dalam  memberi  contoh  pada keempat adik saya.  TK dan SD Priangan di JL. Bares, serta SMP Negeri II  Jl. Sumatera, kesemuanya di Bandung, telah menempa saya sebagai remaja yang punya banyak teman. Mulai dari bermain  galasin, layang-layang, kelereng, dan ngabuburit pada bulan puasa di alun-alun bersama dengan teman-teman sebaya pada masa itu  merupakan  kenangan yang tidak dapat terlupakan. Karena tugas ayah saya sebagai  seorang tentara,  mengakibatkan kehidupan  saya dan keluarga  berpindah dari  satu kota ke kota lainnya, yang dimulai dari   Karang Nunggal, Tasik, Garut, Bandung dan akhirnya  pindah ke Jakarta.

SMP  Negeri I Jakarta dan  SMA  IV Jakarta Jl. Batu adalah tempat saya  menimba ilmu di sekolah lanjutan. Alhamdulillah pada tahun 1975, saya lulus dari SMA IV dan sekaligus diterima di tiga perguruan tinggi negeri, yaitu Fakultas Kedokteran UI, Fakultas kedokteran UNAIR, dan Teknologi industri ITB. Dari ketiga pilihan tersebut Fakultas Kedokteran  UI adalah pilihan saya karena menjadi seorang dokter merupakan cita-cita saya  sejak kecil,seperti “dr. Kildare”,  serial film  televisi yang menjadi  favorit saya karena dalam pemikiran saya waktu itu  sebagai dokter kita  bisa dekat dengan segala  lapisan  masyarakat yang ada. Saya ingin bisa seperti “dia”, itu cita-cita saya.

Lulus Fakultas Kedokteran UI tahun  1981 saya mengikuti wajib kerja sarjana (istilah sekarang dokter PTT) di Puskesmas Palas Lampung  Selatan. Cita-cita saya  untuk berinteraksi dengan masyarakat terwujud  sudah. Berbagai persoalan  yang bukan hanya masalah  kesehatan datang  silih berganti dan membutuhkan  berbagai solusi. Saya sempat mendirikan SMA  dan sekaligus menjadi Kepala Sekolah, mengajar Bahasa Inggris, di SMP dan SMA, sekaligus guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan). Disitulah saya  bergaul  dengan berbagai problema remaja, masalah seks, pacaran, hamil diluar nikah, komplikasi aborsi di dukun dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut mendorong saya untuk  mengambil  spesialisasi  di bidang kebidanan dan penyakit kandungan. Terpilihnya saya sebagai Dokter Puskesmas  Teladan se-Propinsi Lampung tahun 1985 memudahkan saya untuk  mengikuti  pendidikan spesialisasi.

Lulus sebagai dokter  kandungan  tahun 1990, saya diharuskan kembali  mengikuti wajib kerja sarjana II sebagai dokter spesialis. Saya memilih  tempat terpencil agar  waktunya pendek, karena saya  sudah  memiliki  dua  orang putri yang masih kecil-kecil. RSU Masamba, Kabupaten Luwu Sulsel, di sanalah saya  menjalankan  tugas sebagai   dokter kandungan selama satu setengah  tahun, yang letaknya 600 km dari Makassar, namun hal itu tidak membuat saya kecil hati. Di samping melayani kasus-kasus kandungan, saya pun  mengajari calon bidan desa di SPK Palopo. Banyaknya masalah perselingkuhan dan aborsi membuat saya ingin  mendalami masalah seksologi yang merupakan bagian dari ilmu kandungan. Pada saat saya menyelesaikan  pendidikan spesialisasi di UI, maka selesai sudah kewajiban saya pada negara, dengan dua kali mengikuti  wajib kerja sarjana. Dalam  pikiran saya  saat itu  adalah, saya ingin  menjadi dokter  yang mampu  menyelesaikan  masalah  yang berkaitan dengan seks dan kesehatan reproduksi.

Berbagai   seminar dan kongres singkat baik di dalam maupun di luar negeri mengenai seks dan kesehatan  reproduksi saya  ikuti  untuk menambah wawasan  pengetahuan, yang pada waktu itu masih  dianggap  tabu oleh masyarakat. Pengalaman – pengalaman itu menyebabkan saya banyak  diundang sebagai pembicara di berbagai tempat, mulai Dharmawanita, ibu-ibu pengajian, pesantren, perguruan-perguruan tinggi bahkan Lemhanas. Saya sangat  teringat  kata - kata ibu saya, bahwa  :      “mengajar  itu tidak harus hanya  di depan  kelas, atau menjadi dosen, tapi kita dapat menjadi  guru dimana saja dan bagi siapa saja  yang membutuhkan  ilmu kita”. Darah ibu saya rupanya mengalir kuat pada diri saya.

Profesi saya sebagai dokter, yang menginginkan setiap  keluarga, khususnya pasangan suami istri  yang sehat   dan harmonis,  mendorong  saya dan teman-teman  saya mendirikan Klinik Pasutri, di mulai dari menyewa tempat yang kecil  perlahan-lahan berkembang  untuk menjadi klinik yang lengkap. Bersama-sama  dengan saudara  dan keluarga saya, saya ingin  mengembangkan Klinik ini  menjadi lebih baik, lebih lengkap  dan lebih  dapat  melayani kebutuhan Pasutri ( Pasangan Suami Istri).

Kesibukan ceramah dan undangan  di berbagai tempat, lalu  mengasuh rubrik di beberapa  media massa,  siaran radio sangatlah menyita waktu. Saya membutuhkan  orang yang dapat mengatur waktu saya, memanage seluruh agenda kegiatan saya. Atas dasar kebutuhan itu maka terbentuklah “Boyke Enterprise (Managemen Dr. Boyke)”,  di ulang tahun saya yang ke 43.
Cita-cita saya  sejak kecil untuk  memberikan  solusi bagi segala macam  permasalahan  kesehatan pun boleh   terwujud  dengan  adanya  Portal Kesehatan www.solusisehat.net  yang merupakan pengembangan dari Boyke Enterprise setelah dua tahun berjalan.

Selain Klinik Pasutri, Boyke Enterprise dan Solusisehat.net, saya juga mendirikan PT Cahyadi Mulia Nugraha (Produk WISH Natural Skin Care), DNB Records dan Klinik Pasutri Cabang Bogor.

 Bagaimanapun, almarhum ayah saya  selalu mengingatkan  “Boy jika kamu dapat memimpikannya, maka kamu dapat mewujudkannya,”. Hal itu diucapkannya ketika  saya berlari  pagi bersama ayah  di bawah  rimbunnya pohon  mahoni di jalan  Bengawan Bandung  hampir 40 tahun yang lalu.
Memang benar, bagi saya masa lalu hanyalah kenangan, sementara masa depan  penuh ketidakpastian. Yang penting adalah  saat ini di mana saya bisa mensyukuri  setiap nikmat yang  diberikan Tuhan pada saya  sambil mewujudkan impian  di masa  yang akan datang dan berkembang  bersama istri dan  ketiga anak saya  serta saudara-saudara  yang tumbuh dan berkembang  bersama saya.                       

 



 

back

  + masa subur
+ berat badan
+ kelahiran